Prodi Ekonomi Syariah Hadiri International Community Service (PkM Internasional) APSESI di Purwakarta

Purwakarta, 24 Oktober 2025 — Program Studi Ekonomi Syariah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menghadiri kegiatan International Community Service (ICS) atau Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI). Kegiatan ini berlangsung di Purwakarta dengan tuan rumah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Dr. K.H. E. Z. Muttaqien Purwakarta. Kegiatan ini turut dihadiri oleh  Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Syamsurizal, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Sekprodi Ekonomi Syariah, Zilal Afwa Ajidin, S.E., M.A.

Kegiatan ICS APSESI diikuti oleh perwakilan Program Studi Ekonomi Syariah dari sejumlah perguruan tinggi nasional, di antaranya UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (program sarjana dan magister), UIN Sultan Syarif Kasim Riau, serta perguruan tinggi lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mitra internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Al-Azhar University Kairo, dan Tunghai University Taiwan, sehingga memperkuat dimensi internasional dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.

Menariknya, kegiatan International Community Service ini turut melibatkan Persatuan Warga Pasar (PERWAPA) Pasar Rebo Purwakarta sebagai mitra aktif pengabdian masyarakat. Sebanyak 45 anggota PERWAPA berpartisipasi langsung dalam diskusi dan pelatihan yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis syariah, pengelolaan usaha halal, serta literasi keuangan yang berkeadilan.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta PERWAPA, Hidayat, mengajukan pertanyaan terkait penentuan harga jual di pasar dengan mempertimbangkan risiko usaha serta batas maksimal keuntungan dalam perspektif syariah. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si., yang menjelaskan bahwa dalam ekonomi Islam tidak terdapat batasan nominal keuntungan secara khusus, namun yang menjadi batas utama adalah proses dan etika transaksi, seperti larangan menipu, menyembunyikan cacat barang, dan praktik ketidakjujuran lainnya.

Pertanyaan lain disampaikan oleh Suwignyo, terkait pengalaman PERWAPA dalam menjalankan program pinjaman tanpa bunga dari kas internal pasar yang mengalami kendala pengembalian. Menanggapi hal tersebut, Dr. Binti menyarankan agar skema pembiayaan disertai jaminan (agunan) untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kejujuran anggota. Selain itu, ia juga mendorong adanya sinergi dengan BAZNAS dan lembaga keuangan syariah, termasuk pemanfaatan program dana bergulir, dengan pendampingan dari Program Studi Ekonomi Syariah STAI Dr. K.H. E. Z. Muttaqien.

Materi International Community Service disampaikan oleh sejumlah akademisi, antara lain Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si. yang membahas Islamic Financial Planner for Family and Business, Dr. Nurnasrina yang memaparkan konsep pasar sehat dalam perspektif ekonomi Islam, serta pemateri lain dari perguruan tinggi di Riau yang mengulas nilai kejujuran dan integritas dalam aktivitas pasar sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat.

Kegiatan International Community Service ini merupakan bagian dari komitmen APSESI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis ekonomi syariah dengan pendekatan kolaborasi internasional. Dalam sambutannya, Ketua Umum APSESI menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan keilmuan ekonomi syariah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Sebagai tuan rumah, Ketua STAI Dr. K.H. E. Z. Muttaqien Purwakarta menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APSESI dalam menyelenggarakan kegiatan berskala internasional tersebut. Ia berharap kegiatan ICS dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dengan terselenggaranya International Community Service (PkM Internasional) APSESI 2025 ini, kehadiran Program Studi Ekonomi Syariah dari berbagai perguruan tinggi kembali menegaskan peran strategis akademisi dalam membangun jejaring global serta memperkuat kontribusi nyata ekonomi syariah bagi masyarakat.